II.1. Teori Penawaran

1. Harga
dari produk X yang ditawarkan itu (Px).
2. Harga
dari input yang digunakan untuk memproduksi produk X itu (Pi).
3. Harga
dari produk lain (bukan X) yang berkaitan dalam produksi (Pr).
4. Tingkat
teknologi yang tersedia (T).
5. Ekspetasi
produsen berkaitan dengan harga produk X yang ditawarkan itu di masa mendatang (Pe).
6. Banyak
perusahaan yang memproduksi produk sejenis yang ditawarkan itu (Nf).
7. Faktor
– faktor spesifik lain yang berkaitan dengan penawaran terhadap produk X itu,
misalnya kondisi perekonomian negara, fasilitas dari pemerintah, keadaan
politik, dll (O).
Konsep dasar dari fungsi penawaran
untuk suatu produk, dapat dinyatakan dalam bentuk hubungan antara kuantitas
yang ditawarkan (kuantitas penawaran) dan sekumpulan variabel spesifik yang
mempengaruhi penawaran dari produk X itu.
Dalam bentuk model matematika,
konsep penawaran suatu produk X, dinotasikan sebagai berikut :
Qsx = f (Px, Pi, Pr, T, Pe, Nf, O)
Penawaran dan produksi mempunyai
hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan
produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi
Penawaran
a. Harga
Barang itu Sendiri
Apabila harga barang yang ditawarkan
mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat.
Sebaliknya jika barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan
penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari
Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan
akan meningkat pula.
b.
Faktor-faktor lain disamping harga barang itu sendiri yang
mempengaruhi penawaran:
Ø Harga
Barang Pengganti
Apabila harga barang pengganti
meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual
berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang
ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat
menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual
lebih banyak menjual teh.
Ø
Biaya Produksi
Biaya
produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti
biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk
bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat,
maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan
menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan
karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka
produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian penawaran juga akan
meningkat.
Ø Kemajuan
Teknologi
Kemajuan
teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan.
Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan
barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan
menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang
dengan jumlah yang banyak. Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya
yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya
sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern,
perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00. Harga jual
untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg. Dengan demikian
perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.
Ø Pajak
Pajak
yang merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh
terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi,
akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
Ø Perkiraan
Harga di Masa Depan
Perkiraan
harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika
perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan
masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang
ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa
naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi
jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.
II.2. Hukum Penawaran
Hukum
penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifathubungan antara
harga suatu barang dan jumlah barang tersebut ditawarkan padapenjual. Hukum
penawaran pada dasarnya menyatakan bahwa semakin
tinggi hargasuatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan
oleh parapenjual. Sebaliknya semakin rendah harga suatu barang semakin sedikit
jumlahbarang tersebut yang ditawarkan.
P↑ Qs↑
P
↓Qs↓ ceteris paribus
Dimana
: P = harga/price dan Qs = jumlah penawaran/quantity suppied
II.3. Kurva
Penawaran
Kurva
penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang
dengan jumlah barang yang ditawarkan. Gambar di
atas menggambarkan hal tersebut dengan kurva penawaran
yang ditandai dengan S. Sumbu vertikal grafik tersebut menunjukkan harga suatu
barang, P diukur dalam dollar per unit, adalah harga yang diterima penjual
untuk jumlah penawaran yang sudah ada. Sumbu horizontal menunjukkan jumlah penawaran
total, Q diukur dalam jumlah
unit per periode. Jadi, kurva penawaran merupakan hubungan antara jumlah
penawaran dan harga.
Kurva penawaran dalam gambar
ditandai dengan S, menunjukkan bagaimana jumlah barang yang ditawarkan untuk
dijual berubah seiring dengan perubahan harga barang tersebut. Kurva penawaran
naik kemiringannya : semakin tinggi harganya, semakin banyak perusahaan mampu
dan bersedia untuk memproduksi dan menjual barang. Jika biaya produksi turun, perusahaan dapat memproduksi
barang dengan jumlah yang sama pada harga yang lebih rendah atau jumlah barang
yang lebih besar dengan harga yang sama. Kemudian, kurva penawaran akan
bergeser ke kanan (dari S ke S’).
Perhatikan bahwa kurva penawaran
pada gambar di atas
naik kemiringannya. Dengan kata lain, semakin tinggi harga barang, perusahaan
akan semakin mampu dan bersedia memproduksi barang untuk dijual. Sebagai
contoh, harga yang lebih tinggi memungkinkan perusahaan yang sudah eksis untuk
memperluas produksi dengan memperkerjakan buruh tambahan atau minta pekerja
untuk melembur dalam jangka panjang memungkinkan perusahaan untuk memperluas
produksinya dengan perluasan pabrik – pabriknya. Harga yang lebih tinggi juga
dapat menarik perusahaan – perusahaan baru masuk dalam pasar karena kurangnya
pengalaman untuk bermain di pasar perusahaan – perusahaan baru ini menghadapi
kendala biaya tinggi sehingga tidak dapat memasuki pasar dengan harga yang
lebih rendah karena tidak ekonomis.
II. 4. Pergerakan Dan Pergeseran Kurva Penawaran
Perubahan pada kurva penawaran dapat berupa
pergerakan kurva dan pergeseran kurva. Pergerakan di sepanjang kurva penawaran
terjadi akibat adanya perubahan harga komoditas yang menyebabkan perubahan
jumlah komoditas yang ditawarkan. Sedangkan pergeseran kurva penawaran ke kanan
bawah atau pun ke kiri atas terjadi jika salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi jumlah penawaran komoditas selain faktor harga komoditas itu
sendiri mengalami perubahan.
Pada
Gambar 2.2. (a) merupakan pergerakan di sepanjang kurva penawaran.
Apabila harga barang naik dari p1
ke p2 maka jumlah penawaran juga akan meningkat di sepanjang kurva dari q1 ke
q2, begitu juga sebaliknya. Sedangkan Gambar 2.2. (b) merupakan pergeseran
kurva penawaran yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar harga barang
itu sendiri. Misalkan harga barang berada di p1, dengan tingkat penawaran
sebesar q0, yaitu pada kurva S0. Kemudian terjadi kemajuan teknologi pada
proses produksi sehingga biaya produksi menjadi turun. Penurunan biaya produksi
ini akan direspon dengan peningkatan jumlah penawaran barang, sehingga kurva
penawaran akan bergeser ke kanan bawah, yaitu pada tingkat penawaran sebesar q2
dengan tingkat harga yang tetap. Sebaliknya jika terjadi kenaikan harga
input-input produksi yang mengakibatkan naiknya biaya produksi suatu barang,
maka kurva penawaran akan bergeser
ke kiri atas. Jika produsen tidak meningkatkan harga jual barang yaitu tetap di
p1, maka ia akan mengurangi jumlah barang yang ditawarkannya dari q0 ke q1.
II.5. Elastisitas Penawaran
II.5.1. Pengertian Elastisitas Penawaran
Dalam
ilmu ekonomi,elastisitas penawaran didefinisikan sebagai ukuran kepekaan jumlah
penawaran suatu barang dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas penawaran
adalah suatu nilai untuk mengetahui ukuran ketanggapan komoditas yang
ditawarkan terhadap perubahan harga komoditas tersebut (Samuelson dan Nordhaus,
2003). Elastisitas penawaran
mengukur persentase perubahan jumlah penawaran yang terjadi akibat
persentase perubahan harga. Sebagai contoh, jika harga sebuah barang naik 10%,
jumlah penawarannya naik 20%, maka koefesien elastisitas permintaannya
adalah20%/10% = 2. (Case & Fair, 1999: 119).
Jumlah barang yang ditawarkan, dalam jangka pendek,
berbeda dengan jumlah barang yang diproduksi, karena sebuah
perusahaan biasanya tidak langsung menawarkan semua produknya ke konsumen, melainkan menyimpan
sebagian produknya untuk dijual dikemudian hari (atau biasa disebut sebagai
stok barang). Meskipun demikian,
dalam jangka panjang, jumlah barang yang ditawarkan dianggap sama dengan jumlah barang
yang diproduksi.
Elastisitas Harga
Penawaran
Elastisitas
harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah
ketika harganya berubah.
Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas
yang ditawarkan sebagai
akibat dari satu persen perubahan harga.
Koefisien Elastisitas Penawaran
Perhitungan
koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah
sebagai berikut :
Es = % perubahan kuantitas penawaran / %
perubahan harga,
Keterangan :
ES = Elastisitas penawaran
Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahan
Q1 = Kuantitas penawaran awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga Awal
II.5.2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas
Penawaran
Terdapat
dua faktor yang dapat dianggap sebagai faktor yang sangat penting dalam
menentukan elastisitas penawaran. Kedua faktor tersebut adalah sifat dari
perubahan biaya produksi dan jangka waktu analisis.
a.
Sifat Perubahan Biaya
Produksi
Penawaran suatu
komoditas merupakan penawaran yang tidak elastis bilakenaikan penawaran hanya
dapat dilakukan dengan mengeluarkan biayatambahan yang sangat tinggi. Pada
umumnya hal ini disebabkan karena :
1) Kapasitas
produksi telah mencapai tingkat yang tinggi sehingga untukmenambah produksi
harus dilakukan investasi baru.
2) Faktor-faktor
produksi yang diberlakukan untuk meningkatkan produksisangat sulit untuk
diperoleh.Sebaliknya penawaran suatu komoditas merupakan penawaran yangelastis
bila tambahan penawaran dapat dilakukan dengan mengeluakanbiaya tambahan yang
rendah.
b.
Jangka Waktu Analisis
Dalam
menganalisis pengaruh waktu terhadap elaatisitas penawaran dapatdibedakan tiga
jenis jangka waktu :
1) Masa
amat singkat
Dalam
masa yang amat singkat, para penjual tidak dapat menambahpenawarannya sehingga
dengan demikian penawarannya bersifattidak elastis sempurna.
2) Jangka
Pendek
Dalam
jangka pendek kapasitas alat-alat produksi yang ada tidak
dapat
ditambah. Tetapi setiap perusahaan masih dapat menaikkan
produksi
dengan menggunakan kapasitas yang tersedia.
3) Jangka
Panjang
Dalam
jangka panjang, produksi dan jumlah komoditas yang
ditaawarkan
dapat dengan mudah ditambah, oleh karenanya
penawaran lebih bersifat elastis.
II.5.3. Jenis-jenis Elastisitas
Penawaran
Keterangan :
S1 = kurve
penawaran barang yang bersifat elastis sempurna
S2 = kurve
penawaran barang yang bersifat inelastis sempurna
S3 = kurve
penawaran barang dengan elastisitas tunggal
S4 = kurve
penawaran barang yang bersifat elastis
S5
= kurve penawaran barang yang bersifat inelastis.
Jenis-jenis Elastisitas Penawaran
Ada lima jenis elastisitas penawaran :
1.
Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan
mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi. artinya penjual bersedia menjual semua komoditasnya pada suatu
harga tertentu.
2. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas
= 0. Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga
kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal. dalam hal ini penjual sama sekali tidak dapat menambah jumlah
penawarannya walaupun harga bertambah tinggi.
3. Penawaran uniter elastis : elastisitas
= 1. dengan kurva
penawaran berupa garis lurus yang bermula dari titik 0 dan merupakan kasus
khusus dimana persentase kenaikan jumlah yang ditawarkan sama dengan persentase
kenaikan harga. Perubahan penawaran sama
dengan perubahan harga.
4.
Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga,
artinya
perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif
besar terhadap penawaran.
5.
Penawaran tidak elastis :
elastisitas <1. Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan
harga,artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil
terhadap penawaran.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimous, 2009. Landasan
teori (online). http://thesis.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/Bab%202_09-176.pdf. Diaksespada 11 februari 2012.
Anonimous, 2010. Pernintaan
dan penawaran serta terbentuknya harga pasar (online).http://www.crayonpedia.org/mw/BAB17._PERMINTAAN_DAN_PENAWARAN_SERTA_TERBENTUKNYA_HARGA_PASAR. Diakses pada 10 februari
2012.
Havizah M, 2009. Analisis
Penawaran Crude Palm Oil (Cpo) Indonesia: Pendekatan Error Correction Model (online).
http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/14088/H09mrh.pdf.
Diaksespada 12 februari 2012.
Kardodno N, 2009. Elastisitas
permintaan dan penawaran (online). http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/2009/03/mikro-3-elastisitas-nuhfil1.pdf. Diaksespada 11 februari 2012.
Robert S, Daniel R, 2009. Mikroekonomi edisi ke enam jilid 1. PT Indeks : Jakarta.
Sujarwo, 2009. Teori
Penawaran (online). http://lecture.ub.ac.id/sujarwo/files/2009/02/bab-5-teori-penawaran.pdf. Diaksespada 11 februari 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar